Skip to main content

Menyanyikan lagu Cicak-cicak Di dinding

Guru TK: "Andi, dari tadi kamu tidak memerhatikan Ibu. Sekarang coba kamu maju dan menyanyikan sebuah lagu. Karena agak takut, Andi menyanyi dengan pelan: Cicak-cicak di dinding ...."

Guru : "Kurang besar ...!"

Andi : "Tokek-tokek di dinding ...."

Guru : "Kurang besar ...!"

Andi : "Buaya-buaya di dinding ...."

Guru : "Andi..., yang Ibu maksudkan suaramu yang kurang besar, bukan binatangnya."

Andi : "Ooo..?????...."

Popular posts from this blog

Keistimewaan Kucing dalam Islam

Daftar isi : Kasih sayang Nabi terhadap kucing peliharaannya. Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW. Pengaruh Kucing dalam Seni Islam. Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi. Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan Hukum membunuh kucing Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan? Kucing "Muqawwamah": Kucing Palestina yang Dipenjara di Sel Khusus Israel

Suatu tanda bahwa hari kebangkitan akan tiba sebentar lagi

4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap siap untuk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap. Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap. Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja. Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..

Dahulu Haram, Kini Halal...

Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para sahabat berdesak-desakan di Masjid Nabawi. Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : " Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal ". Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis. Dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh di bawah, sang pencuri merasa tersisihkan. Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari Masjid demi melupakan rasa laparnya.